gambar :http://4.bp.blogspot.com
Alkisah, dahulu kala ayam masih bisa terbang tinggi seperti halnya burung yang lain. Bahkan, si ayam memiliki kemampuan terbang lebih tinggi daripada burung lain. Dengan sombongnya ayampun menantang burung lain untuk beradu terbang dan yang menang adalah yang mampu terbang paling tinggi sampai tidak terjatuh. “Hai, apa diantara kalian ada yang mau melawanku untuk beradu terbang denganku”, kata ayam congkak. “Hei ayam, jangan sesumbar dahulu kamu. Tubuhku yang kecil lebih ringan dan mudah untuk terbang lebih cepat dibanding kamu”, kata merpati gusar. “Owh, baiklah mari kita mulai perlombaan”, sahut ayam.
Semua jenis burung pun berkumpul untuk melihat perlombaan antara ayam dan merpati. Segera setelah dimulai lomba, merpati pun langsung melesat meninggalkan ayam. Dengan tubuhnya yang ringan merpati tidaklah sulit baginya untuk terbang jauh meninggalkan ayam. “Bagaimana ayam? masih merasa hebat kamu?”, ejek merpati. “Jangan senang dahulu kau! aku pasti menyusul”, jawab ayam geram. Perlombaan pun sangat seru. Keduanya saling menyusul hingga akhirnya sampai tidak terlihat oleh burung-burung yang melihat dari bawah. Setelah itu, timbullah niat buruk ayam untuk berbuat curang. Ketika tepat dibawah merpati, ayam langsung menggigit kaki merpati dengan kerasnya beberapakali sampai berdarah-darah kedua kakinya. sehingga kaki merpati yang awalnya kuning kecoklatan menjadi merah berlumuran darah. “K-kkau curang ayam..!!”ucap merpati. Merpati pun jatuh terhempas ke tanah. Dan konon itulah yang menyebabkan sekarang ini kaki merpati berwarna merah.
Burung-burung yang dibawah pun terkaget
melihat merpati yang tiba-tiba jatuh terkapar ditanah. Perlombaan
dihentikan dan ayam dinyatakan sebagai pemenang. Esok hari ketika
merpati sudah sadarkan diri ia menceritakan kejadian kemarin kepada
sahabat baiknya yaitu burung elang. Elang yang bersimpati dengan
sahabatnya langsung kemudian datang ke tempat ayam untuk menantang
perlombaan terbang. “aku terima tantanganmu elang!”, tukas ayam. Akan
tetapi ayam sebenarnya merasa takut karena
elang adalah burung yang sangat kuat. Selama ini elang hanya tidak
ingin ribut dengan ayam, tapi karena ayam yang sudah begitu keterlaluan
perlu diberi pelajaran. Ayam akhirnya menemukan ide licik untuk
mengalahkan elang.
Hari
yang dinanti tiba, burung-burung kembali berkumpul untuk melihat
langsung pertandingan antara dua burung yang kuat. Akhirnya pertandingan
dimulai, benar saja dugaan ayam ternyata elang adalah burung yang luar
biasa kuat. Dalam sekejap elang terbang jauh meninggalkan ayam. Ayam
yang merasa tidak bakal mampu mengimbangi kemampuan elang langsung
melakukan rencana liciknya. Ia pergi ke tebing sarang burung elang dan
disana didapatkan beberapa telur. Elang pun terheran dengan tingkah laku
ayam. Tanpa disangka oleh elang, ternyata ayam berniat menjatuhkan
sarang beserta telurnya dari tebing. “Hei, apa yang kau lakukan ayam!!
Hentikan”, seru elang sembari berbalik untuk menerjang ayam. Tanpa
menghiraukan perkataan elang, ayam langsung menjatuhkan telur-telur itu
hingga akhirnya pecah saat menyentuh tanah. “Aku tidak akan memaafkanmu
ayam!!”, teriak elang. “Aku bersumpah untuk selalu mengincar dan
memangsa anak keturunanmu nantinya sebagai pembalasan apa yang telah kau
perbuat!”,kata elang. Konon inilah awal mula sebab permusuhan antara
ayam dan elang juga awal mula sebab elang selalu memangsa anak ayam.
Ayam
yang mengetahui kemarahan elang langsung terbang setinggi-tingginya.
Akan tetapi, setiap perbuatan akan menuai balasan. Seketika petir dari
langit menyambar tubuh ayam dan menghempaskannnya ke tanah, tubuhnya
hangus dan sayapnya pun lumpuh. Kemudian takdir atas ayam pun ditentukan
bahwa ia akan menjadi burung yang paling sering dimangsa oleh manusia.
Untuk menghilangkan sifat congkaknya, kemampuan ayam dicabut oleh Tuhan.
Dan begitulah, yang menjadi asal-muasal ayam tidak bisa terbang meski
memiliki sayap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar